title

Tuesday, 29 March 2016

KESOMBONGAN PENDOA

Kesombongan Pendoa





Sebuah kapal karam diterjang badai hebat. Hanya dua orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke pulau kecil yang gersang. Dua orang yang selamat itu tak tau apa yang harus dilakukan kecuali berdoa. untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat membagi pulau kecil itu menjadi dua dan mereka tinggal berseberangan.
Doa pertama, mereka memohon diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki pertama melihat sebuah pohon penuh buah-buahan tumbuh disisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.
Seminggu kemudian. Lelaki pertama merasa kesepian dan memutuskan berdoa agar diberikan istri, keesokan harinya ada kapal karan dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang terdampar di sisi pulau tempat lelaki pertama tinggal. Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki kedua tetap saja tidak ada apa-apanya.
Segera saja, lelaki pertama ini berdoa memohon rumah, pakaian dan makanan, keesokan harinya, seperti keajaiban, semua yang diminta hadir untuknya, sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa. Akhirnya lelaki kesatu ini berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu. Pagi harinya mereka menemukan kapal tertambat di sisi pantainya segera saja lelaki kesatu dan istrinya naik keatas kapal dan siap-siap berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan meninggalkan lelaki kedua yang tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya lelaki kedua itu tidak pantas menerima berkah tersebut karena doa-doanya tak pernah terkabulkan.
Begitu naik kapal, lelaki kesatu mendengan suara dari langit, “Hai, mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi lain pulau ini?”
“Berkahku hanyalah milikku sendiri, hanya doakulah yang dikabulkan,”Jawab lelaki kesatu.”Doa temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka ia tak pantas mendapatkan apa-apa,”
“Kau salah!” Suara itu membahana. “Tahuka kau bahwa rekanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan semua doanya terkabulkan. Bila tidak maka kau takkan mendapatkan apa-apa.”
Lelaki kesatu itu bertanya,”Doa macam apa yang dipanjatkannya, sehingga aku harus berhutang atas semua ini padanya?”
“Ia berdoa agar semua doamu terkabulkan.”
(Sumber : www.topmotivasi.com)




Pesan : Seringkali kita lupa bahwa keberhasilan, kesuksesan, dan kemampanan yang kita raih saekarang adalah berkat doa orang-orang terdekat kita, yaitu orang tua, saudara, sahabat, anak, suami atau istri kita. Kita tak pernah tahu doa siapa yang dikabulkan Allah. Oleh karena itu selalulah berterima kasih untuk orang-orang yang tak pernah berhenti mendoakan kesuksesan kita dalam hisup ini.(Deasy M. Destiani;408)

No comments:

Post a Comment