title

Monday, 14 December 2015

KASIH TANPA BATAS SEORANG IBU


Mamaku hanya mempunyai satu mata, aku membencinya. . . Dia memalukan bagiku. Dia memasak di SMP tempat aku
bersekolah untuk biaya hidup kami. Pada suatu hari dia datang ke kelas dan menyapaku. Aku sangat malu, mengacuhkannya dan berlari pergi.

Keesokan harinya, teman-teman mengejekku, ingin rasanya aku menghilang entah kemana. Saat pulang, aku berteriak kepadanya, “Kalau ingin membuatku jadi bahan tertawaan dan ejekan, kenapa tidak mati saja?!” Aku benar-benar marah saat itu! Aku bertekad keluar dari rumah dan tidak berhubungan lagi dengan mama. Akhirnya aku mendapat beasiswa belajar di Singapura. Aku menikah, mempunyai anak dan hidup bahagia.

Sampai suatu hari, mama datang ke Singapura untuk menjengukku. Sesampainya di depan pintu, anak-anakku melihatnya dan ketakutan. Saat itu juga aku berteriak, “Beraninya kamu datang ke rumahku, pergi saja jika kamu hanya ingin menakuti anak-anakku!”
Dia terkejut dan menjawab,”Maaf mungkin saya salah alamat.”

Setahun kemudian, datanglah undangan reuni SMP dan aku hadir di acara tersebut. Aku sempat melihat satu rumah di mana aku tinggal pada waktu dulu. Kata seorang tetangga, mamaku sudah meninggal dan menitipkan sebuah surat kepadaku.

Isinya adalah:
“Anakku tercinta aku memikirkanmu setiap saat. Maafkan mama waktu mama ke Singapura dan menakut-nakuti anak-anakmu. Maafkan mama, jika membuat kamu malu di hadapan teman-temanmu dulu.
Semoga kamu mengerti bahwa pada waktu kamu masih kecil, kamu mengalami kecelakaan dan kehilangan satu mata, tapi mama tak sanggup melihat anak mama tumbuh dengan satu mata saja, jadi mama berikan satu mata untukmu. Aku bahagia karena anakku(kamu) akan memperlihatkan seluruh dunia untukku, dengan mata itu."
With Love, Mama

(Sumber:www.id.shoving.com)@Bukan Untuk Dibaca.

No comments:

Post a Comment